June 9, 2006

Bahasa Cinta

Setiap individu diciptakan dengan kebutuhan akan kasih. Institusi keluarga sebenarnya tempat ideal untuk mempraktekkan kasih. Tetapi mengapa individu-individu yang ada dalam suatu keluarga justru mencari kasih di tempat lain? Contoh yang paling ekstrim dan terjadi akhir-akhir ini adalah fenomena selingkuh dan narkoba. Bila suami/istri tidak mendapatkan kasih yang mereka harapkan, mereka mencarinya melalui WIL/PIL. Sedangkan bila anak tidak terpenuhi kasihnya, ia mencoba mendapatkannya melalui narkoba.

Jika ditelusuri penyebab “gonjang-ganjing” keluarga adalah karena kesalahan menerapkan bahasa cinta terhadap masing-masing individu dalam keluarga tersebut. Bahasa Cinta adalah cara yang dibutuhkan seseorang untuk merasa dikasihi. Dan ternyata setiap individu memiliki Bahasa Cinta yang berbeda-beda.

Ada yang Bahasa Cinta-nya melalui :

* Perkataan

Bila ada individu dalam keluarga yang bahasa cintanya adalah perkataan, maka ia butuh pujian atau ucapan-ucapan yang membangun. Ia akan merasa frustrasi bila setiap hal yang dilakukan tidak mendapat tanggapan dari yang lain.

* Sentuhan yang Hangat

Individu yang satu ini bahasa cintanya tanpa perkataan, tetapi cukup dengan dengan sentuhan yang hangat kebutuhan akan kasih sudah terpenuhi. Bahasa cinta yang ini dapat berupa pelukan, rangkulan, gandengan tangan, elusan di kepala atau tepukan di pundak.

* Pemberian

Bukan, ini bukan berarti matre. Individu ini tidak melihat dari mahalnya harga. Mungkin benda yang diberikan hanyalah sekuntum bunga, sebungkus martabak atau bahkan mungkin hanya segenggam pasir. Yang ia lihat adalah perhatian yang diberikan.

* Menghabiskan Waktu Bersama

Bahasa cinta yang ini bukan berarti kita harus selalu bersama dengannya setiap saat. Individu yang ini akan merasa terpenuhi kasihnya jika setiap waktu luang yang ada digunakan untuk bersamanya. Contoh paling mudah adalah adanya waktu untuk makan bersama.

Mari kita pahami apa bahasa cinta dari setiap individu yang ada dalam keluarga kita masing-masing sebab bila mereka sudah terpuaskan kasihnya di dalam keluarga, mereka tidak akan mencarinya di tempat lain.

[sumber: milis]

Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.